Senin, 15 Juni 2009

Perbedaan antara failure, error, defect, mistake, wrong

Perbedaan antara failure, error, defect, mistake, wrong beserta contohnya:
  1. Failure

  2. Failure diartikan dalam bahasa Indonesia adalah kegagalan. Jadi disini failure berarti suatu sistem yang tidak dapat berjalan sesuai dengan yang semestinya. Kesalahan langkah, output proses dalam pendefenisian data di program.Contohnya adalah ketika program tidak dapat menghasilkan output yang sesuai atau yang diharapkan.

  3. Error

  4. Error diartikan dalam bahasa Indonesia adalah kesalahan. Sejumlah hasil yang tidak benar. Contohnya adalah program kalkulator yang melakukan salah perhitungan dalam aritmatikanya yang disebabkan salah logika dan algogaritma yang digunakan. Bisa juga diakibatkan salah systak dalam tahap pengkodeannya.

  5. Defect

  6. Defect diartikan dalam bahasa Indonesia adalah cacat. Sejumlah cacat yang muncul dari atribut produk. Biasanya muncul dari spesifikasi produk. Sering dikenal dengan istilah bug. Contohnya program kalkulator dalam operasi pembagian yang seharusnya menghasilkan bilangan pecahan namun menghasilkan bilangan bulat. Salah penggunaan type data dalam menampung hasil pembagi. Program berjalan, namun ada cacat terhadap hasil yang dihasilkan.

  7. Mistake

  8. Mistake dalam bahasa Indonesia memiliki makna kekeliruan. Program yang dibuat manusia yang menghasilkan kekeliruan. Cotohnya adalah kekeliruan dalam penulisan kode program.

  9. Wrong

  10. Wrong diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti salah. Spesifikasi yang diimplementasikan secara salah. Salah persepsi yang berasal dari pengguna/user. Contohnya adanya salah persepsi oleh pengguna dalam mendefenisikan program yang akan dibuat ke pengembang.
Persamaan antara failure, error, defect, mistake, wrong:

Persamaan antara failure, error, defect, mistake, wrong adalah dapat menghambat selesai waktu dalam penyelesaian program atau perangkat lunak dan biaya yang lainnya, namun ini tentu dapat menjadi pembelajaran untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut demi mengahasilkan suatu perangkat lunak yang berkualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang telah disepakati.
Tentunya tidak ada system buatan manusia yang aman 100%. Namun sebaiknya manusia dapat memperkecil kesalahan maupun kekeliruan terhadap system yang akan dibuatnya dengan memperhatikan analisis kebutuhan dengan secermatnya sehingga dapat tercipta suatu perangkat lunak yang berkualitas.

1 Komentar:

Pada 20 Maret 2010 11.40 , Anonymous Anonim mengatakan...

mantab gan!

lanjutkan..
aku jg baru belajar blogging...

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda